Ngerasa Nggak Mainstream? 3 Hal Ini Bakal Nunjukkin Bahwa Berbeda itu Keren!

Pernah nggak sih lo ngerasa beda sendiri dari temen-temen lo? Di saat temen-temen lo suka K-Pop, lo malah suka lagu rock klasik. Di saat temen-temen lo suka Mobile Legends, lo malah maen DoTA. Pas temen lo nonton pertandingan sepakbola, lo malah nungguin acara MotoGP. Pernah ngerasa beda banget kayak gitu? Pernah? Pernah?

Kalem, Sob. Kayaknya anak SMA kayak kita emang wajar ngerasain hal kayak begini.

Bokap gue bilang bahwa ini yang namanya antimainstream. Itu artinya lo menjadi nggak mainstream, alias lo punya minat yang berbeda dari lingkungan sekitar. Emang, sih … fenomena kayak begini bisa ngebuat lo ngerasa jauh dari pergaulan. Akan tetapi, itu sebenernya bukan hal yang jelek, kok. Itu tandanya lo udah selangkah lebih dekat untuk menemukan jati diri lo yang sebenernya.

Gue juga sebenernya termasuk antimainstream. Di saat temen-temen gue pengen kuliah dan bekerja di kantor layaknya orang biasa, gue malah pengennya jadi gamer profesional, hahaha. Walaupun gue juga nggak yakin gue bisa jadi gamer atau enggak (soalnya gue nggak jago-jago banget), tapi gue sering ngerasa beda sama temen-temen gue soal masa depan.

 

Lo pasti bertanya-tanya, apa sih asyiknya berbeda dari orang lain? Kita jadi nggak punya dukungan, merasa dikucilkan, dan sebagainya. Nah, pada persoalan ini, gue punya sedikit insight kenapa menjadi antimainstream itu bukanlah hal yang jelek. Justru dengan antimainstream, lo bisa tetep keren kayak yang lain!

  1. Menjadi antimainstream bisa menyelamatkan lo dari kegalauan hidup

Sob, orang yang antimainstream punya hak hidup yang sama dengan orang mainstream. Itu artinya lo juga harus memperjuangkan cita-cita lo walaupun berbeda sama kebanyakan temen lo. Ketika lo berhasil menggali minat itu dengan serius, percayalah, bakal mudah pula untuk menentukan ke mana jalan hidup lo di masa depan. Lo nggak perlu galau takut salah jurusan atau stres akibat belajar nggak sesuai passion, karena lo ngerti dan suka dengan apa yang lo lakukan.

  1. Antimainstream di dalam sekolah, bukan berarti di luar sekolah

Lo ngerasa berbeda di kalangan temen-temen sekelas atau satu sekolah? Jangan khawatir. Indonesia punya 260 juta jiwa penduduk dan dunia sekarang dihuni oleh 7 milyar manusia, apakah lo pikir bahwa hanya diri lo yang berbeda? Nggak mungkin, Sob. Pasti ada di antara orang-orang itu yang sama antimainstream-nya dengan lo. Kalau lo nggak bisa menemukan kesamaan minat di sekolah lo, coba cari di luar sekolah, gue yakin banyak yang sepemikiran dengan lo.

  1. Antimainstream juga bisa sukses

Gue mau cerita dikit. Gue dulu punya kakak kelas yang antimainstream. Dia suka banget dunia otomotif dan mesin. Anaknya bandel dan nilai-nilainya jelek, soalnya dia sebenernya nggak cocok masuk SMA (harusnya masuk STM). Di saat temen-temennya pengen kuliah setelah lulus dari SMA, dia malah pengen bikin bengkel sendiri. Beberapa tahun kemudian, dia lulus dan merealisasikan niatnya. Sekarang? Temen-temennya masih kuliah dan dia udah jadi bos di bengkelnya sendiri. Dia jadi salah satu lulusan SMA gue yang paling sukses, dia bahkan bisa ngebantu orangtuanya dari hasilnya ngebengkel. Lo pikir antimainstream nggak bisa sukses? Pikir lagi, Sob.