Pusing Belajar Sejarah? 3 Tips Ini Akan Mengubah Opini Lo Soal Pelajaran Sejarah

Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Itu adalah kata-kata legendaris dari Bung Karno, presiden pertama Indonesia. Dari situ, kita jadi tahu bahwa belajar sejarah itu penting. Masalahnya ... gue pusing banget sama pelajaran itu. Jangankan gue, anak-anak IPS yang sehari-hari belajar ilmu sosial dan sejarah pun puyeng.

Di suatu kesempatan, akhirnya gue nanya ke temen gue yang nilai sejarahnya bagus. Cewek, sih. Cakep, lumayan. Namanya Sherly. Namanya secakep orangnya. Ya, gue nanya biar bisa sekalian pedekate, hahahaha. Jadi, gue nanya ke dia, “Sher, lo suka pusing nggak sih kalo lagi pelajaran sejarah?

Dia jawab santai, “Pusing, sih. Tapi, belajar sejarah itu sebenernya nggak susah-susah banget, kok. Semuanya tergantung yang ngajar; kalau ngajarnya kurang bisa dipahami, ya muridnya bakalan ikutan pusing.

Gara-gara omongan Sherly, gue jadi mikir. Guru sejarah gue emang kurang enak ngajarinnya. Bukan berarti gue nggak hormat sama beliau, ya. Gue tetep respek, kok. Masalahnya, cara beliau ngajar itu bikin ngantuk dan sama sekali nggak bikin gue jadi paham sejarah. Kebanyakan ngomongin tanggal dan nama tokoh.

Setelah obrolan itu, Sherly tiba-tiba nanya ke gue, “Lo mau tau nggak gimana caranya biar belajar sejarah itu enak?” Ditanya kayak gitu, gue iyain aja. Suaranya Sherly lembut banget, siapa yang nggak mau dengerin? Eh, hahahaha, maap.

Begini kata Sherly biar lo nggak lagi nganggep sejarah sebagai pelajaran paling nyebelin:

 

  1. Fokus ke kejadian, bukan ke tokoh dan tanggal

Salah satu cara biar bikin sejarah menyenangkan itu adalah dengan memfokuskan diri ke kejadiannya. Kenapa terjadi perang dunia, kenapa Belanda melakukan agresi militer, kenapa Jepang menyerang Pearl Harbor, dan lain-lain. Jadi, kita fokus di kenapanya, bukan di kapan atau siapanya. Menurut Sherly, memahami kejadian itu jauh lebih mudah. Tokoh dan tanggal bisa kita hapalkan kalau kita sudah ngerti kejadiannya.

Simpel saja, deh. Kalau ada kejadian lucu di masa kecil, yang pertama lo ingat itu kejadiannya atau orangnya? Kejadiannya, kan? Orang dan tanggalnya bisa lo inget-inget belakangan, yang penting inget-inget kejadiannya dulu.

 

  1. Nonton film-film bernilai sejarah

Kata Sherly, ada banyak orang yang tadinya nggak suka sejarah, tapi jadi suka sejarah gara-gara nonton film. Biasanya mereka memulai dari film-film perang Amerika Serikat di era perang dunia ke-2. Contohnya kayak Band of Brothers. Film serial yang dulu ditayangin di HBO ini terkenal banget di kalangan pecinta sejarah; karena filmnya sesuai dengan kenyataan, tapi tetep bisa dramatis kayak film-film aksi lain. Mungkin lo juga perlu coba nonton film-film bernilai sejarah kayak begini, biar pandangan lo terhadap sejarah juga bakal berubah.

 

  1. Nilai rapot bukanlah akhir dari segalanya

Ini bukan berarti nyuruh kamu buat nggak belajar dan berusaha, ya. Kamu harus tetap belajar dan berusaha buat dapetin nilai bagus. Akan tetapi, kalau nilai rapot sejarahmu tidak terlalu bagus, jangan sedih. Menurut Sherly, sejarah itu adalah pelajaran buat kehidupan, bukan cuma untuk di sekolah. Sejarah itu ada biar kita lebih bijaksana dalam hidup, biar kita nggak sembarangan nimbulin kerusuhan dan perang. Jadi, nilai sejarah yang sebenernya baru bisa kerasa ketika kita udah lulus dari sekolah nanti. Jangan khawatir, kata Sherly, kamu akan BANYAK nemuin nilai-nilai sejarah nanti pas udah lulus.