#BunyikanSuaramu S&K

Berani #BunyikanSuaramu dan raih 1 unit Samsung Galaxy A8, 3 buah backpack Jansport, dan uang tunai total jutaan Rupiah! Syarat: Peserta adalah pelajar SMA hingga Strata 1 Indonesia yang tinggal di Indonesia Sudah follow dan like akun media sosial HEXOS Indonesia: Instagram: @hexos_id Twitter: @HexosID Facebook: HexosID Line@ : @HexosID Akun media sosial dan foto untuk submisi lomba tidak dikunci atau di-private Foto untuk submisi lomba tidak boleh dihapus hingga pengumuman pemenang Peserta yang menghapus foto lomba atau meng-unfollow @hexos_id sebelum waktu pengumuman pemenang akan dinyatakan gugur.   Ketentuan: Upload foto di akun media sosial lo buat nunjukkin siapa diri lo, apa hobi lo, atau apa mimpi lo Ceritain tentang siapa diri lo dan apa yang lo suka di kolom caption Mention dan tag akun @hexos_ID Peserta boleh meng-upload lebih dari 1 submisi Kompetisi diselenggarakan selama periode 17 November - 17 Desember 2018 Seluruh peserta dan Juara Mingguan berkesempatan menjadi Juara Utama Foto dan caption yang diupload tidak boleh bermuatan politik dan pornografi atau menyinggung SARA orang lain Pemenang dinilai berdasarkan kualitas foto, kreativitas foto, dan cerita yang disampaikan Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat Seluruh submisi peserta akan sepenuhnya menjadi hak milik HEXOS Indonesia Pemenang terpilih wajib melampirkan file asli submisi melalui email sebagai syarat pengambilan hadiah Syarat dan ketentuan di atas dapat berubah sewaktu-waktu demi kelancaran terselenggaranya kompetisi   Hadiah: 1 orang Juara Pertama memperoleh 1 unit smartphone Samsung Galaxy A8 3 orang Juara Kedua memperoleh masing-masing 1 buah backpack Jansport 10 orang Juara Hiburan memperoleh masing-masing uang tunai senilai Rp500.000 Hadiah mingguan: 20 orang Juara Mingguan (masing-masing 5 orang per minggu) memperoleh masing-masing voucher pulsa senilai Rp100.000,00 20 orang Juara Mingguan dan seluruh Juara Utama memperoleh exclusive merchandise dari Hexos.   Tunjukkan diri lo, tampilkan apa yang lo bisa! Gue tunggu lo #BunyikanSuaramu sekarang juga.
+

Nggak Suka Pelajaran Tertentu, Ini 3 Tips Biar Lo Nggak Stress

Pernah nggak sih lo ngerasa kesel banget sama pelajaran tertentu di sekolah? Ngaku aja, dah. Gue juga sama kok, hahaha. Lo nggak perlu malu mengakuinya, karena itu lumrah, sob. Bahkan, menurut data Zenius--situs belajar online--ada 10 pelajaran yang paling tidak disukai sama anak-anak SMA. Gue rasa lo udah bisa ngebayangin daftarnya. Akan tetapi, meskipun lo benci sama pelajaran tertentu di sekolah, bukan berarti lo harus berhenti, kan? Lo harus tetap belajar dan tetap melewati semua pelajaran yang lo benci biar bisa lulus. Gue juga sama, kok. Walaupun gue nggak suka banget sama pelajaran fisika, bukan berarti gue jadi berhenti belajar fisika, minimal biar gue bisa naik kelas. Pertanyaannya adalah gimana kalo misalnya kita jadi stres gara-gara itu? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, situs Zenius kembali memberikan kita beberapa tips biar kita nggak stres menghadapi pelajaran yang kita benci. Udah siap menghadapi hari-hari sekolah jadi lebih menyenangkan? Ini dia beberapa tipsnya:   Tanamkan tekad Lo boleh aja nggak suka sama pelajaran tertentu, tetapi minimal lo harus punya tekad/niat untuk lulus atau naik kelas. Dengan menanamkan niat kuat itu, badan dan pikiran lo juga akan terdorong untuk belajar lebih serius. Mungkin lo nggak akan ngerti sama apa yang lo pelajarin, tetapi setidaknya ada beberapa yang nyangkut di ingatan lo. Inget kata-kata gue: kalo nggak ngerti, hapalin aja.   Belajar sama guru di luar jam pelajaran Guru di dalam kelas itu biasanya punya kepribadian yang berbeda dengan guru di luar kelas. Jadi, salah satu cara biar lo nggak stres sama pelajaran yang lo benci adalah dengan belajar privat sama guru lo. Kalo misalnya nggak cocok sama guru A, coba cari guru B yang juga ngajarin pelajaran yang sama. Siapa tahu lo lebih cocok kalo diajarin sama guru lain. Gue waktu SMP kayak gitu dan akhirnya lulus, sob.   Dekati teman yang rajin Ini bukan berarti lo harus ngejauhin temen-temen yang males ya, sob. Bukan begitu. Akan tetapi, lo harus tahu kapan saatnya belajar dan kapan saatnya main. Ketika udah datang saatnya belajar, misalnya mau ujian, cobalah untuk belajar bareng temen-temen lo yang rajin. Dekati mereka, minimal untuk kebagian semangatnya.   Kenali gaya belajar lo Sob, tiap orang punya gaya belajar masing-masing. Ada yang sukanya baca buku, ada yang harus coba ngerjain soal dulu baru paham, ada yang belajar dengan suara, ada juga yang sukanya bermain-main sama warna (memberi tanda stabilo di buku pelajaran, menulis dengan warna berbeda, bikin poster tulisan tangan, dsb). Nah, cari tahu mana yang bikin lo gampang memahami pelajaran. Dengan begitu, yaaa diharapkan lo juga bisa menguasai pelajaran yang lo benci sekalipun.   Cari referensi di luar sekolah Bukan mau nyalahin guru lho ya, tapi ada beberapa guru yang cara ngajarnya nggak cocok dengan gaya kita. Kalau ini masalahnya, maka coba lo belajar dari referensi lain di luar sekolah. Dari sekadar browsing di internet, sampai ambil les sekalian. Atau lo bisa belajar sendiri di rumah berbekal buku pelajaran lo.
+

Suka Review dan Unboxing? 5 Cara Ini Bisa Bikin Konten Lo Lebih Keren, Lho

Gue punya temen di sekolah, dia tuh suka banget bikin video-video review sama unboxing di Youtube. Barang yang dia review juga bermacam-macam. Kadang mainan, kadang barang elektronik, kadang komik webtoon, kadang novel. Saking banyaknya barang yang dia review, gue sampe lupa dia itu murid sekolah atau youtuber, hahaha. Itu anak suka review di kelas juga, soalnya. Nah, suatu hari, gue pernah penasaran sama hobi temen gue ini. Gue iseng nanya ke dia, apakah dia pernah dibayar dari hasil review-nya? Soalnya dia minimal seminggu sekali review atau unboxing, lho. Itu termasuk sering. Jawaban dia: pernah, tetapi nggak setiap saat. Emang ada beberapa perusahaan yang minta di-endorse sama dia. Alasannya, video-videonya dianggap bagus. Dari obrolan ini, gue jadi semakin penasaran, kok bisa sih? Anak SMA normalnya masih minta duit jajan sama orangtua, tetapi dia enggak. Dari hasil endorse yang dia lakukan, dia bisa jajan sendiri dan beli barang-barang hobinya sendiri. Dia pun dengan senang hati menjelaskan ke gue kenapa video review-nya berbeda dari yang lain. Nah, buat lo yang juga pengen jadu youtuber kayak temen gue, ini beberapa tips yang gue dapet dari dia:   Lakukan riset Riset itu berarti lo cari tahu dulu barang yang mau lo review dan unboxing. Minimal googling, deh. Ini penting banget supaya lo bisa nyebutin apa kelebihan dan kekurangan barang yang mau lo review. Kalo lo nggak ngerti sama sekali tentang barang yang lo review, omongan lo bisa ngalor-ngidul nggak jelas dan jadi kurang terpercaya.   Jangan terlalu lama saat unboxing Apabila barang yang mau lo review berbentuk fisik (seperti handphone atau kosmetik), jangan terlalu lama saat melakukan unboxing. Pastiin kalo box-nya udah bisa dibuka dengan mudah. Jadi, ketika video udah mulai, penonton nggak kelamaan nungguin lo ngerobek-robek kardus atau plastik bungkusan. Kelamaan saat unboxing bisa bikin penonton lo bosen.   Kalau bentuknya alat elektronik, coba nyalain Kalo lo mau review barang elektronik, jangan cuma nunjukkin bentuk fisiknya doang, tapi juga tunjukkin kalo barang itu bisa nyala. Ini perlu lo lakukan supaya penonton tahu bagaimana kualitas barangnya ketika menyala.   Demo Maksudnya buka demo di depan gedung DPR, sob. Ngawur aja lo. Hahaha. Demo itu maksudnya tunjukkin fitur-fitur barang yang lo review. Misalnya lo beli hape, ya lo tunjukkin si hape itu bisa ngapain aja biar para penonton lo tertarik untuk beli.   Kualitas kamera HD Yang namanya review di Youtube pasti pake video. Nah, untuk bikin video yang bagus, lo juga perlu punya kamera yang agak bagus. Nggak harus pake DSLR, minimal kamera hape lo punya kualitas HD. Kalo lo belom punya hape sebagus itu, lo bisa pinjem hape orangtua lo atau temen lo, ibaratnya kayak kerjasama kecil-kecilan lah.   BONUS! Aplikasi editing yang keren Di akhir obrolan gue sama temen, dia juga ngerekomendasiin beberapa aplikasi editing video yang keren. Soalnya, tanpa aplikasi editing, video kita jadi kerasa kurang cakep gitu. Ini beberapa aplikasi yang direkomendasiin sama dia: Action Director Video Editor, Adobe Premiere Clip, FilmoraGo - Free Video Editor, KineMaster, Movie Maker Filmmaker. Semua aplikasi itu udah ada versi Android-nya, lho!   Dengan kualitas kamera yang bagus, digabung sama empat tips sebelumnya, review dan unboxing lo dijamin bisa kelihatan lebih profesional. Mau coba, sob?
+

Inilah 3 Pelajaran Hidup yang Bisa Lo Ambil dari PUBG

Gue suka main game. Kalo abis pulang sekolah, gue bahkan suka main game di kamar sampai berjam-jam. Nyokap gue sampe marah-marah gara-gara itu. Duit jajan gue katanya mau dipotong kalo nggak berhenti main game. Hahaha, mati dah gue. Tapi, ya, gue emang suka main game. Waktu kecil gue suka bercita-cita jadi gamer profesional, tapi kayaknya nggak mungkin juga, sih. Bukan karena bokap atau nyokap ngelarang, tapi karena gue kalah melulu kalau main game. Nah, salah satu game favorit gue adalah Player Unknown’s Battlegrounds atau sering disingkat PUBG. Sebagian dari lo mungkin nyebutnya pubji. Ini adalah game tembak-tembakan, third person, yang intinya lo harus bertahan sampai titik darah penghabisan. Lo bakal ngelawan pemain lain yang jumlahnya nggak sedikit, cuma buat jadi orang terakhir yang selamat. Kenapa gue suka sama game ini? Simpel. Soalnya game ini bisa bikin gue mikir tentang kehidupan. Secara, game ini kan tentang survival alias bertahan hidup, rasanya jadi mirip banget sama kondisi kita (manusia) yang sebenernya juga perlu bertahan hidup. Bedanya kalo di PUBG lo bertahan hidup dengan tembak-tembakan, kalau di kehidupan nyata lo bertahan hidup dengan cari makan. Jadi, ini beberapa pelajaran hidup yang sering gue pikirkan dari bermain PUBG. Beberapa dari lo mungkin juga pernah memikirkan yang sama: Nasib ada di tangan lo, nggak selamanya bergantung pada kondisi awal. Permainan PUBG dimulai saat lo disebar di titik-titik yang berbeda. Ada yang begitu mendarat langsung dapat banyak keuntungan, ada juga yang enggak. Akan tetapi, yang mulai dengan banyak keuntungan belum tentu bakal jadi juara, bisa jadi pemenangnya malah yang awalnya “miskin”. Mirip kayak nasib, Tuhan nggak akan mengubah nasib lo kecuali lo yang mengubahnya sendiri. Jangan gegabah, pikirkan hidup lo matang-matang. Main PUBG tuh nggak bisa buru-buru kalau lo nggak mau cepet mati. Lo harus bikin perencanaan yang matang supaya lo bisa selamat dari musuh-musuh lo. Bukan cuma masalah milih senjata sama armor, tetapi juga masalah taktik. Sama seperti hidup, lo nggak bisa sembarangan memilih jalan hidup. Sehebat apa pun lo, kalau terburu-buru mengambil keputusan cuma bakal bikin lo menyesal di kemudian hari. Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Di PUBG, permainan tidak berjalan selamanya. Ada yang namanya wall of death, yakni tembok listrik yang akan mempersempit area pertempuran. Semua pemain yang terkena tembok itu akan mati. Artinya, waktu lo terbatas, lo nggak bisa berleha-leha atau lo bakal dihantam masalah. Nah, sama kayak hidup, kan? Lo nggak bisa males-malesan. Kalo lo mau sukses, manfaatin waktu yang udah Tuhan kasih. Talk less, do more!  
+

Ditolak Berkali-kali Sama Gebetan? Baca Ini Biar Semangat Lo Nggak Pudar

“Maaf, ya … kita lebih baik temenan aja … ”   Pernah denger kata-kata kayak gitu sebelumnya, nggak? Kalo pernah, berarti lo bisa ngebayangin betapa sakitnya perasaan orang yang ngedenger kata-kata itu. Dan, iya, gue kemaren menyaksikan kejadian cowok SMA ditolak sama gebetannya pake kata-kata di atas. Langsung, di depan mata gue, pas gue lagi nunggu angkot buat balik ke rumah.   Dari kejadian itu, gue jadi inget kalo dulu gue juga pernah ditolak gebetan. Bukan cuma sekali, tetapi berkali-kali. Waktu itu, gue emang naksir banget sama doi dan gue pantang menyerah buat ngedapetin hatinya. Empat kali gue nembak doi dan empat kali pula gue ditolak. Anjir, muka tembok banget ya gue.   Waktu ditolak ketiga kali sih masih biasa aja, pas keempat kali yang perih banget. Soalnya, gebetan gue itu jalan sama cowok lain. SAMA SAHABAT GUE SENDIRI. Hahaha. Lo bayangin aja rasanya gebetan lo ditikung sama sahabat lo, temen sebangku lo sendiri. Sakit, nggak? Bukan sakit lagi, Sob. Langsung pengen perang gue mah.   Gara-gara ditolak itu, gue sempet nggak bisa move on. Parah bangetlah. Gue nggak semangat belajar, nilai gue anjlok, dan gue jadi suka marah-marah nggak jelas gitu. Nyokap gue sampe pusing, hampir ngebawa gue ke psikolog gara-gara itu.   Tapi, dari kejadian itu akhirnya mata gue terbuka. Bokap dan nyokap nasihatin gue panjang lebar tentang gebetan dan kehidupan. Nah, kalo lo pernah punya pengalaman yang mirip sama gue, nih gue kasih “tamparan” buat lo. Baca ini, Sob:   Pikirkan soal peluang yang terbuang. Lo yang baca ini kemungkinan besar seumuran sama gue, bahkan belom berumur 20 tahun. Lo semua masih punya jatah hidup yang panjang. Masih banyak hal yang belum lo pelajari, masih banyak pengalaman yang belom lo rasain. Sia-sia banget hidup lo kalo cuma untuk mikirin SATU GEBETAN, padahal ada MILYARAN PELUANG yang menanti gue di luar sana. Lo yakin mau ngebuang semua peluang itu?   Cari kegiatan yang bikin lo tambah keren. Bokap pernah bilang juga ke gue, jangan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang nggak ngasih kita keuntungan lahir dan batin. Lebih baik belajar dan menekuni sesuatu yang kita suka, sampe kita sukses. Cewek akan nempel sendiri kalau kita sukses dan itu bukan teori. Jodoh itu akan datang kalau kita udah pantas. Santai aja.   Jangan buru-buru mengklaim bahwa gebetan lo adalah jodoh lo. Untuk lo-lo semua yang galau setelah ditolak gebetan, take your time. Nggak usah buru-buru ngomong kalo cuma gebetan lo adalah yang terbaik. Lo boleh bersedih, tetapi jangan berlarut-larut. Kalau mau nangis, nangislah yang kenceng, tetapi abis itu lo harus bangkit. Temukan jati diri lo di tempat lain, sukseskan diri lo, maka pasangan yang tepat akan datang pada saat yang tepat pula. ;)
+

Mudah Stres, Baca 3 Tips Ini Agar Lo Tetap jadi Remaja yang Positif

Lo pernah ngerasa pusing banget, nggak? Bukan pusing sakit kepala, ya. Tapi pusing nggak bisa konsentrasi, nggak ada mood untuk beraktivitas, dan ngerasa pengen marah atau nangis. Kalo pernah, berarti lo sama kayak gue. Gue pernah ngalamin itu sampe curhat ke nyokap. Sebenernya gue ini kenapa? Gue udah nyoba main keluar rumah, tapi nggak terlalu berpengaruh. Perasaan gue masih tetep nggak karuan dan rasanya pengen marah-marah terus. Akhirnya, nyokap gue ngasih tahu jawabannya. Ternyata, gue cuma lagi stres. Iya, itu masalahnya. Stres. Ada sesuatu yang gue pikirin terus-terusan, tapi gue nggak bisa menyelesaikan masalah itu sendirian. Akibatnya, semangat gue menurun dan pikiran gue jadi nggak fokus. Terus, karena khawatir, nyokap gue akhirnya nanya, “Exel! Kamu lagi mikirin apa sih, sebenernya? Itu yang bikin kamu stres. Jangan ditutup-tutupin, dong!” Pertanyaan itu langsung membuat gue merenung. Bener kata nyokap, gue kayaknya emang menyembunyikan masalah dari semua orang. Setelah ditanya begitu, satu jawaban langsung terbesit dalam benak gue. Dan masalah itu adalah … gue ditolak cewek. Hahahahaha. Aduh, koplak banget, ya. Iya, gara-gara ditolak cewek gue jadi stres. Karena, jujur aja, itu adalah pertama kalinya gue ditolak. Setelah gue menceritakan yang sebenernya, gue dijitak sama nyokap (nggak keras, jitakan bercanda). Kata beliau, “Yaelaaaaaah, ketek lo masih bau bedak bayi udah stres gara-gara cewek!” Kesannya kayak diomelin, tapi abis itu nyokap ketawa dan ngasih solusi, kok. Jadi, kata nyokap gue, anak-anak seumuran gue tuh emang rentan banget sama stres. Anak-anak remaja, lah. Nah, kalo lo punya masalah yang sama kayak gue alias gampang stres karena suatu masalah, nyokap gue punya beberapa tips buat lo. Jadi, ini yang seharusnya kita lakukan kalo lagi banyak beban pikiran: Move on Susah, sih. Tapi susahnya awal-awal doang. Kalo lo punya masalah di masa lalu, jangan dipikirin berlarut-larut, Sob. Makan hati. Ini juga termasuk faktor terbesar kenapa gue jadi stres: karena gue nggak mau move on. Setelah gue berhasil melupakan doi, ya biasa aja jadinya, malah jadi bahan bercandaan gue sama nyokap.   Curhat Ini juga penting, Sob. Kalo lo punya masalah, curhat deh sama orang yang paling lo percaya. Jangan biarkan diri lo memikirkan masalah sendirian. Lo inget istilah “manusia adalah makhluk sosial”, kan? Itu beneran, lho. Kita emang butuh orang lain buat menyelesaikan masalah.   Hindari suuzon alias prasangka buruk Poin yang ketiga ini juga penting. Kalo lo terus-terusan berprasangka jelek sama orang lain, bakalan susah deh lo move on dari masalah. Jangan berpikir berlebihan, karena orang lain mungkin nggak seperti yang lo duga. Lagipula, prasangka buruk itu dosa, Sob. Jangan, ya.
+