TIPS BERANI
#BUNYIKANSUARAMU

I'm Cool

    Hexos Reguler dengan rasa Barley mint dengan aroma dan kesegaran Barley yang khas, cocok banget buat Hexsob yang cool!

I'm Original

    Hexos Reguler dengan rasa mint yang original dan segar. Pas banget buat Hexsob yang selalu tampil original atau apa adanya!

I'm Active

    Hexos Reguler yang satu ini mempunyai rasa Lemon yang menyegarkan yang cocok banget buat Hexsob yang super aktif!

View More Product

3 Fashion Ini Sempat Heboh di Tahun 90an, Sekarang Ngetren Lagi

Film Dilan 1991 sebentar lagi bakalan rilis di bioskop seluruh Indonesia pada akhir bulan Februari. Para penggemar yang udah nggak sabar pengen melihat aksi Dilan dan Milea, bersiap-siaplah. Lo bakalan dihanyutkan lagi dengan gombalan Dilan dengan gaya khas tahun 90an.

Ngomong-ngomong soal tahun 90an, gue jadi kepikiran, apakah ada hal-hal dari tahun segitu yang masih dipake sampai zaman sekarang? Pertanyaan gue langsung terjawab dengan cepat setelah nanya-nanya sama temen. Ada banyak, ternyata! Bahkan, jangan kaget, ada beberapa fashion atau gaya pakaian yang dulu sempat terkenal di tahun 90an dan dipake lagi jaman sekarang, lho.

Sadar maupun tidak sadar, ternyata kita semua masih sedikit terjebak di masa lalu. Penasaran gaya berpakaian apa aja yang dulu pernah terkenal dan sekarang terkenal lagi? Ini dia tiga yang terbaik:

  1. Jaket denim

Jaket denim adalah jaket berbahan jins yang berwarna biru terang. Biasanya dipake untuk melengkapi kemeja yang dipake di dalamnya. Emang sih, cowok kalo make jaket denim itu terlihat lebih cool, Sob. Lo pasti udah tahu kan siapa yang menggunakan gaya berpakaian kayak begini? Dilan, Sob. Dilan.

  1. Overall

Overall itu adalah jenis pakaian yang menyambung dari atas sampai bawah. Jadi dia berfungsi sebagai baju sekaligus celana. Biasanya berbahan jins, sama seperti jaket denim, tetapi lebih lembut untuk memudahkan pemakainya bergerak. Biasanya dipakai sama cewek, tapi ada juga sih cowok yang pake. Keuntungannya: praktis!

  1. Kemeja flanel

Pernah lihat kemeja bermotif kotak-kotak dengan lengan panjang dan berbahan lembut namun tebal? Ini namanya kemeja flanel. Kemeja ini adalah warisan dari tahun 90an yang masih dipakai sampai sekarang. Ini bisa dibilang tren masa lalu yang mampu menembus zaman, karena memang siapa pun yang pakai akan terlihat cool.

Itulah tadi tiga jenis fashion yang sekarang ngetren lagi di kalangan anak muda. Walaupun sebenernya lo bisa langsung keren dengan tiga gaya berpakaian tadi, gue punya tips tambahan biar lo makin mirip kayak anak gaul 90an dengan rasa yang kekinian. Jangan lupa kantongin permen Hexos ke mana pun lo pergi. Asal lo tau aja, orang yang bergaya khas 90an dan bawa permen Hexos, bakalan bertambah kegantengan dan kecantikannya, Sob.

Iya, lo semua ganteng dan cantik karena bisa berbagi permen Hexos dengan temen-temen lo. Sebungkus bisa dimakan buat bareng-bareng, kurang keren apa lagi coba? Hexos: menyegarkan tenggorokan, mendekatkan pertemanan.

 

+

Ini Dia 4 Ciri Khas Generasi 90an yang Masih Ramai Dinikmati!

Kita sudah sering mendengar ungkapan di internet bahwa anak-anak generasi 90an adalah generasi paling bahagia. Bagi orang-orang yang lahir di tahun segituan, pernyataan itu tidak salah. Ada banyak hal dari tahun 90an yang membekas dalam hati dan pikiran, bahkan mampu membentuk kepribadian anak-anak tahun 90an yang kini sudah beranjak dewasa.

Akan tetapi, rasanya kurang afdol jika kenangan-kenangan tersebut hanya dinikmati oleh segelintir kalangan. Padahal, generasi sudah silih berganti. Inovasi yang banyak terjadi di tahun 90an rasanya sangat sayang jika dibuang begitu saja. Itulah mengapa muncul komunitas seperti Generasi 90an yang bertujuan untuk memperkenalkan hal-hal keren di era tersebut.

Nah, hari ini, kita akan sedikit membahas beberapa ciri khas anak tahun 90an yang masih bertahan hingga saat ini. Apa saja hal-hal tersebut? Simak ulasan kami!

 

  1. Anime di hari Minggu

Sumber: Youtube

Sudah jadi rahasia umum bahwa generasi 90an punya kenangan yang sangat intim dengan film-film kartun Jepang (anime) di hari Minggu. Hiburan ini dimulai dari jam 6 pagi sampai jam 11 siang dan hampir semua kanal televisi menyiarkan anime yang berbeda. Bisa dibayangkan betapa bahagianya anak-anak tahun 90an saat itu, apalagi belum ada yang namanya smartphone.

 

  1. Tamagotchi

Sumber: TheVerge

 

Lagi-lagi produk dari Jepang, tetapi kali ini berbentuk mainan. Tamagotchi adalah mainan lucu di mana kita bisa memelihara hewan secara digital. Hewannya pun macam-macam, ada pinguin, bebek, hingga dinosaurus. Benda ini termasuk sangat populer di kalangan generasi 90an, bahkan banyak yang membawanya ke sekolah agar peliharaannya tidak mati. Kini, tamagotchi bisa dimainkan di smartphone, lho!

 

  1. Playstation 1

Sumber: Evening Standard

Jangan salah, Playstation bisa sukses karena generasi 90an. Hampir tidak ada satu pun generasi di tahun tersebut yang tidak main Playstation. Di desa maupun di kota, semua anak main Playstation. Ini adalah salah satu produk Jepang yang paling dicintai. Kalau Playstation 1 dulu tidak sukses, maka tidak akan ada Playstation 2, 3, dan 4.

 

  1. Permen Hexos

Sumber: Hexos Klasik

Hexos adalah permen yang sudah ada sejak lama. Tidak hanya dinikmati oleh generasi 90an, permen ini juga masih populer sampai hari ini. Bahkan, Hexos menjadi salah satu sponsor terbesar film Dilan 1991. Permen ini punya ciri khas rasanya yang segar dan melegakan tenggorokan. Dikemas dalam kemasan sachet isi 5 butir, Hexos praktis dibawa kemana saja

+

Ngerasa Nggak Mainstream? 3 Hal Ini Bakal Nunjukkin Bahwa Berbeda itu Keren!

Pernah nggak sih lo ngerasa beda sendiri dari temen-temen lo? Di saat temen-temen lo suka K-Pop, lo malah suka lagu rock klasik. Di saat temen-temen lo suka Mobile Legends, lo malah maen DoTA. Pas temen lo nonton pertandingan sepakbola, lo malah nungguin acara MotoGP. Pernah ngerasa beda banget kayak gitu? Pernah? Pernah?

Kalem, Sob. Kayaknya anak SMA kayak kita emang wajar ngerasain hal kayak begini.

Bokap gue bilang bahwa ini yang namanya antimainstream. Itu artinya lo menjadi nggak mainstream, alias lo punya minat yang berbeda dari lingkungan sekitar. Emang, sih … fenomena kayak begini bisa ngebuat lo ngerasa jauh dari pergaulan. Akan tetapi, itu sebenernya bukan hal yang jelek, kok. Itu tandanya lo udah selangkah lebih dekat untuk menemukan jati diri lo yang sebenernya.

Gue juga sebenernya termasuk antimainstream. Di saat temen-temen gue pengen kuliah dan bekerja di kantor layaknya orang biasa, gue malah pengennya jadi gamer profesional, hahaha. Walaupun gue juga nggak yakin gue bisa jadi gamer atau enggak (soalnya gue nggak jago-jago banget), tapi gue sering ngerasa beda sama temen-temen gue soal masa depan.

 

Lo pasti bertanya-tanya, apa sih asyiknya berbeda dari orang lain? Kita jadi nggak punya dukungan, merasa dikucilkan, dan sebagainya. Nah, pada persoalan ini, gue punya sedikit insight kenapa menjadi antimainstream itu bukanlah hal yang jelek. Justru dengan antimainstream, lo bisa tetep keren kayak yang lain!

  1. Menjadi antimainstream bisa menyelamatkan lo dari kegalauan hidup

Sob, orang yang antimainstream punya hak hidup yang sama dengan orang mainstream. Itu artinya lo juga harus memperjuangkan cita-cita lo walaupun berbeda sama kebanyakan temen lo. Ketika lo berhasil menggali minat itu dengan serius, percayalah, bakal mudah pula untuk menentukan ke mana jalan hidup lo di masa depan. Lo nggak perlu galau takut salah jurusan atau stres akibat belajar nggak sesuai passion, karena lo ngerti dan suka dengan apa yang lo lakukan.

  1. Antimainstream di dalam sekolah, bukan berarti di luar sekolah

Lo ngerasa berbeda di kalangan temen-temen sekelas atau satu sekolah? Jangan khawatir. Indonesia punya 260 juta jiwa penduduk dan dunia sekarang dihuni oleh 7 milyar manusia, apakah lo pikir bahwa hanya diri lo yang berbeda? Nggak mungkin, Sob. Pasti ada di antara orang-orang itu yang sama antimainstream-nya dengan lo. Kalau lo nggak bisa menemukan kesamaan minat di sekolah lo, coba cari di luar sekolah, gue yakin banyak yang sepemikiran dengan lo.

  1. Antimainstream juga bisa sukses

Gue mau cerita dikit. Gue dulu punya kakak kelas yang antimainstream. Dia suka banget dunia otomotif dan mesin. Anaknya bandel dan nilai-nilainya jelek, soalnya dia sebenernya nggak cocok masuk SMA (harusnya masuk STM). Di saat temen-temennya pengen kuliah setelah lulus dari SMA, dia malah pengen bikin bengkel sendiri. Beberapa tahun kemudian, dia lulus dan merealisasikan niatnya. Sekarang? Temen-temennya masih kuliah dan dia udah jadi bos di bengkelnya sendiri. Dia jadi salah satu lulusan SMA gue yang paling sukses, dia bahkan bisa ngebantu orangtuanya dari hasilnya ngebengkel. Lo pikir antimainstream nggak bisa sukses? Pikir lagi, Sob.

+

Lo Suka Jualan, Sob? Perhatiin 3 Tips Ini Biar Dagangan Lo Laku!

Jangan remehin aktivitas jualan. Dari jaman purba sampai jaman modern, jualan adalah salah satu kegiatan yang nggak pernah ilang dari kehidupan manusia. Itu tandanya berdagang udah dianggap sebagai salah satu kebutuhan manusia. Tapi bener, lho … kalo nggak ada yang jualan sama sekali, kita juga bakal susah nyari kebutuhan sehari-hari, kan?

Lo mau cari beras di mana kalo nggak ada warung atau mini market yang jualan? Panen padi sendiri di halaman rumah? Wkwkwk.

Gue sebenernya nggak terlalu jago soal jualan, tapi pernah bantuin nyokap jualan donat di sekolah. Jadi, sedikit atau banyak, gue punya pengalaman juga soal dagang. Kebetulan emang nyokap gue ini jago masak, donatnya enak banget, jadi gue tinggal promosiin aja di sekolah. Nggak cuma di kalangan murid, guru-guru juga suka beli donat gue kalo lagi jam istirahat.

Lo tau nggak sih apa enaknya jualan? Lo bisa punya duit jajan sendiri. Bahkan, duit jajan lo bisa lebih banyak daripada anak-anak sepantaran lo. Mau jajanin gebetan juga nggak perlu minta ke ortu, wkwkwk. Lo bahkan bisa bantu orang susah di pinggir jalan atau bantu orang tua lo. Kurang keren apa, coba?

Nggak enaknya? Lo cuma perlu berani malu aja, sih. Dan nggak semua orang suka sama hal ini.

Tapi, serius, Sob. Salah satu guru yang suka beli donat gue pernah bilang, “Salah satu cara biar kamu kaya adalah dengan dagang.” Jadi, aktivitas jualan ini emang nggak remeh. Jangan nganggep bahwa jualan itu terkesan miskin. Justru jualan bisa bikin lo kaya.

Nah, kalo lo kebetulan juga suka jualan, gue punya beberapa tips biar lo dagangan lo laku. Ini dia:

 

  1. Tingkatin kualitas produk lo

Jualan donat, jualan baju, jualan minuman, jualan lapak iklan di Instagram, jualan followers, mau jualan apa pun … kualitas itu penting. Kalo barang lo nggak bagus, orang nggak akan mau beli. Kalo lo belom bisa bikin barang bagus, minta bantuan sama orang yang bisa. Misalnya, kayak gue: gue nggak bisa bikin donat, tapi nyokap gue jago, jadi gue ‘kerjasama’ aja ama nyokap buat jualan.

 

  1. Jangan malu buat promosi

Yang namanya pedagang harus berani malu, soalnya itu penting buat nawarin barang ke orang-orang di sekitar kita. “AYO BELI, BELI, BELI!” Itu adalah salah satu contoh promosi klasik yang masih dipake sama pedagang-pedagang di pasar. Kalo pedagang modern, biasanya ngiklan di TV pake adegan-adegan kocak. Tapi inget, berani malu juga harus tahu diri, ya! Jangan sampai bikin temen-temen lo kesel. Tau waktu dan tempat, lah!

 

  1. Pasang harga yang wajar

Jualan emang bikin lo kaya, tapi nggak bisa mendadak. Pelan-pelan, Sob. Pasanglah harga sewajarnya. Jangan bikin pelanggan kabur akibat harga dagangan lo kemahalan. Sesuaikan sama harga bahan bakunya. Mudah-mudahan sih harga bahan bakunya juga nggak kemahalan, jadi lo bisa jualan dengan harga yang lebih terjangkau. Apalagi kalo lo jualannya ke anak-anak SMA, mereka nggak mungkin mau beli siomay dengan harga 50.000, kan? Muke gile lo, itu jualan udah kayak tukang palak, wkwkwk.

 

By the way, lo perlu nonton video ini di Instagram, Sob! Ini adalah gambaran ketika lo jualan di lingkungan sekolah. Gue ngerasain apa yang dirasain sama aktor di video ini, hehehe. Klik di sini: https://www.instagram.com/p/Bpb5ht2ARl8/

+

Gali Minat Lo, Inilah 3 Alasan Kenapa Punya Passion itu Penting!

Jadi anak SMA itu emang menegangkan. Soalnya, kita tinggal selangkah lagi menuju kehidupan yang sebenarnya. Gue pernah ngobrol sama sepupu (dia lebih tua dari gue), dia bilang bahwa kehidupan yang sebenarnya akan kita rasakan ketika sudah lulus sekolah nanti. Jadi, jangan terlalu bahagia, sebab tantangan yang sebenarnya belum datang.

Kalo gue liat-liat sih emang kehidupan orang dewasa itu nggak seenak yang kita kira, sih. Lo lihat dari orangtua lo aja, deh. Untuk bisa nyekolahin lo, ngasih lo makan, ngasih lo tempat tinggal, mereka harus bekerja, kan? Pergi pagi, pulang udah larut malam; itu bukan hal yang mudah, Ferguso!

Nah, di satu kesempatan, sepupu gue akhirnya cerita. Menurut dia, salah satu yang perlu kita pikirkan sejak sekarang itu adalah passion atau minat. Jangan pernah malu untuk mengekspresikan diri terhadap apa yang lo suka, intinya begitu. Apa yang lo suka jangan cuma jadi keinginan terpendam, tapi perlu lo gali.

Jangan sampai lo telat nyadar kalo lo sebenernya suka sama sesuatu, Xel. Kalo lo suka sesuatu, lo harus pelajari dan tekuni itu. Misalnya, lo suka main gitar, ya lo tekuni itu sampe bener-bener jago,” itu adalah kata-kata sepupu gue yang paling gue inget.

Lo pasti bertanya-tanya, kenapa sih kita perlu punya minat? Kenapa sepupu gue menyarankan gue untuk menekuni minat? Nah, beberapa hal di bawah ini mungkin bisa memuaskan rasa penasaran lo. Passion itu ternyata bukan cuma istilah keren doang, tetapi bisa bermanfaat untuk kehidupan lo setelah lulus sekolah. Check it out!

  1. Membantu mengenal diri lo sendiri

Setiap orang punya minat dan kesukaan yang berbeda-beda. Dengan menggali rasa suka lo akan sesuatu, lo akan merasa menjadi diri lo sendiri; lo akan merasa lebih bebas; lo nggak merasa terkekang sama standar-standar orang lain, karena lo tahu apa yang lo lakukan. Lo ahli di suatu bidang, sehingga lo akan lebih percaya diri menghadapi hidup.

  1. Membantu menentukan jurusan kuliah

Bagi lo yang pengen kuliah, minat itu penting untuk digali dari sekarang. Menurut sepupu gue, ada BANYAK BANGET mahasiswa yang kuliah tapi salah jurusan, ini gara-gara mereka nggak pernah menggali minat sejak mereka sekolah. Kalo lo udah punya minat, lo bakal mudah menentukan mau ngelanjutin kuliah di mana, karena lo tahu apa yang lo bisa dan lo mau. Ketika lulus kuliah pun kemungkinan lo jadi lulusan terbaik bakal semakin gede.

  1. Membantu menentukan jalan hidup

Berbeda dengan pendapat kebanyakan orang, menurut sepupu gue, minat yang digali sejak kecil juga bakal bikin lo lebih mudah buat menentukan tujuan hidup dan tempat bekerja. Kita sering denger orang bertanya, “Kok kuliahnya ngegambar, sih? Kok kuliahnya main musik doang? Nanti kerjanya apa?” Sebenernya itu cuma omongan orang-orang yang nggak tahu banyak soal dunia perkantoran. Sepupu gue bilang: jangan peduliin omongan itu! Faktanya, ada banyak tempat kerja yang siap menampung kita sesuai minat. Dan gajinya pun nggak kalah gede sama PNS, bahkan lebih gede lagi.

Sepupu gue sendiri adalah lulusan kesenian, dia emang suka banget gambar, nyanyi, dan drama. Orangtuanya sempet marah, karena takut dia nggak dapet pekerjaan yang layak. Akan tetapi, ternyata sekarang dia bekerja untuk perusahaan yang butuh kemampuan seninya. Gajinya? Jangan salah, Sob. Ratusan dolar perbulan! Dolar, bukan rupiah lagi. Akhirnya, orangtuanya pun luluh, dia jadi kebanggaan keluarga sekarang.

Selalu ingat peribahasa bahasa Indonesia: sedia payung sebelum hujan. Minat ternyata adalah ‘payung’ buat kehidupan kita.

+
SENJATA RAHASIA LO
KALO DEKETIN CEWE, GIMANA HEXSOB?
#MINTasuara